Legenda ( Sasakala ) Desa Jatimekar Kecamatan Cipeundeuy
Kabupaten Bandung Barat
Desa Jatimekar merupakan kawasan yang berada di wilayah Kecamatan Cipeundeuy merupakan desa yang berada di kawasan sebelah barat Kabupaten Bandung yang
sekarang menjadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimana mata pencaharian penduduknya dari dulu
hingga sekarang mayoritas bercocok tanam, adapun perbedaannya kalau dulu
bercocok tanam dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana sekali belum
ada peralatan yang modern seperti sekarang, jadi kadang-kadang masyarakatnya
bercocok tanam hanya menghasilakan apa-apa saja yang tumbuh secara alami dari
tanah dataran rendah pertanian sedangkan mulai tahun 1980 an sampai sekarang sudah bisa bercocok tanam dengan menanamnya sendiri dan
hasilnya bisa dijual dan dapat menghasilkan, penghasilan untuk kepentingan masyarakat desa
itu sendiri.
Sumber
lain menerangkan mulai dari tahun 1945 seteah Republik Indonesia Merdeka Penduduk Desa Jatimekar selain
bercocok tanam atau bertani ada juga yang sudah mulai beternak hewan peliaraan
seperti sapi.domba,kerbau,ayam dll.
Data
lain menerangkan bahwa, Jatimekar berasal dari kata Jati yang artinya Pohon Jati yang berada di tengah tengah wilayah Desa Jatimekar yang sampai
sekarang pohon jati tersebut masih berdiri tegak diperkirakan pohon jati
tersebut umurnya + 250 Tahun yang lalu sedangkan mekar asal kata dari pemekaran dari Desa Nyenang, makanya oleh pendahulu kita danamakan Kampung atau Dusun Jatimekar.
Terbentuknya Desa Jatimekar
Catatan
sejarah Desa Jatimekar semenjak
masa Jabatan sesepuh Kampung yang bernama A.Karimuloh yang merupakan orang pertama yang menjabat menjadi sesepuh Desa Jatimekar yaitu pada
sebelum tahun 1989 yang dipercaya oleh semua orang menjadi petinggi
Desa ini sehingga disahkan menjadi pejabat sementara Kepala Desa Jatimekar.
Sesepuh
masyarakat Desa
Jatimekar A.Karimuloh sangat peka terhadap keadaan yang sangat memprihatinkan pada saat itu,
setelah memndapatkan kepercayaan dari masyarakat dan
dinobatkan menjadi pejabat sementara Kepala Desa secara bertahap membanguan tatanan pemerintahan meskipun
secara sederhana guna mensejahterakan masyarakatnya pada saat itu, yang mayoritas hanya mengandalkan
dari hasil bumi itu sendiri.
Daerah
Jatimekar merupakan daerah yang subur untuk bercocok tanam
sehingga selain penduduk asli lambat laun daerah ini juga disatroni atau
didatangi oleh penduduk dari luar desa yang berkeinginan ikut bercocok tanam di
kawasan ini, sehingga lambat laun kehidupan sosial budaya sudah mulai agak
komplek, adapun sumber lain pendapatan desa diantaranya tanah bengkok (Carik)
hasil dari tanah titian desa,tanah milik Desa.
Adapun Nama-nama Kuwu atau Kepala Desa diantarnya :
1.
A.Karimuloh Pejabat Sementara ( …….S/d 1989 )
2.
Moch. Uho ( 1990 S/d 1997 )
3.
Apit Subarna ( 1997 s/d 2004 )
4.
E.Muchtar ( 2004 s/d 2008 )
5.
Dadah Sutardi ( 2008 s/d 2014 )
6.
Alit supriatna ( Pejabat Sementara ) ( 2014 s/d 2015 )
7.
H. Dono Sumpena ( 2015 s/d 2021 )
Letak Geografis
Desa Jatimekar terletak di Daerah Kawasan Bandung Barat, dengan luas Wilayah 529 Hektar yang terdiri dari 4 Dusun dengan 14 Rukun Warga (RW) dan 56 Rukun Tetangga (RT) yang merupakan salah satu Desa yang berada di
wilayah Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Dengan batas wilayah sbb
:
|
Batas
|
Desa/kelurahan
|
Kecamatan
|
|
|
|
|
|
Sebelah utara
|
Cipeundeuy & Sukahaji
|
Cipeundeuy
|
|
Sebelah selatan
|
Nanggeleng
|
Cipeundeuy
|
|
Sebelah timur
|
Sirnaraja
|
Cipeundeuy
|
|
Sebelah barat
|
Bojongmekar
|
Cipeundeuy
|
Secara Visualisasi,
wilayah administrative dapat dilihat dalam Peta Wilayah Desa Jatimekar Sbb :
Gambar
2.1
Peta
Wilayah Desa Jatimekar

Topografi
Desa Jatimekar merupakan desa yang berada di
sebelah Barat Kabupaten Bandung Barat, dengan
ketinggian 1000-1200 M Dpl ( Diatas Permukaan Laut ), sebagian besar
wilayah berupa daerah dataran dengan kemiringan antara 20ⁿ - 45ⁿ , dimana
berbatasan langsung dengan desa desa di Kecamatan
Cipeundeuy diantarannya sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sirnaraja Sebelah Selatan Nanggeleng sebelah barat
dengan desa bojongmekar sebelah selatan dengan sukahaji pengendalian dan pengaturan tata
air wilayah desa, berdasrakan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah
Desa Jatimekar merupakan aliran aliran sungai / selokan dengan debit yang
sedang dan kecil seperti :
1.
Selokan Leuwi heulang
2.
Selokan Cilangkap ( Berbatasan dengan Desa Sirnaraja dan Desa Jatimekar)
3.
Selokan Cijati
4.
Selokan Ciburial
5.
Selokan Leuwi uncal
Disamping itu ada pula
bebearpa mata air yang bisa digunakan sebagi sumber mata air bersih, maupun
sumber air untuk pertanian, tapi ada pula petani yang bertani hanya
mengandalkan Tadah Hujan atau bertani bila musim hujan tiba.
Adapun Mata air yang
menghidupi masyarakat Desa Jatimekar diantaranya :
1.
Mata Air Cilangkap
2.
Mata Air Cijati
3.
Mata Air Ciburial
4.
Mata Air Ciantamah
Secara umum akhir-akhir
ini terjadi penaikan curah hujan tercatat dalam satu tahun ini saja hampir tiap pertengahan tahun terjadi turun hujan sehingga dapat dimamfaatkan
oleh petani yang hanya mengandalkan tadah hujan.
Luas dan
Sebaran Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di
Desa Jatimekar digunakan secara produktif, karena merupakan lahan yang subur
terutama untuk lahan pertanian, jadi hanya sebagian kecil saja yang tidak
dimamfaatkan oleh warga, hal ini pula menunjukan bahwa kawasan Desa Jatimekar
adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah.Luas lahan wilayah menurut penggunaan
sebagaimana terlihat dalam table berikut ini :
Tabel : 2.1
Luas Wilayah Menurut Penggunaannya
|
Luas pemukiman
|
49
|
ha/m2
|
|
Luas persawahan
|
150
|
ha/m2
|
|
Luas perkebunan
|
169
|
ha/m2
|
|
Luas kuburan
|
4
|
ha/m2
|
|
Luas pekarangan
|
149
|
ha/m2
|
|
Luas taman
|
-
|
ha/m2
|
|
Luas Perkantoran
|
6
|
ha/m2
|
|
Luas prasarana
umum lainnya
|
2
|
ha/m2
|
|
Total luas Wilayah Desa
|
529
|
ha/m2
|